Channel8.id – Nama teknologi Freneeg memang masih belum begitu populer. Namun, teknologi ini adalah cikal bakal dari revolusi energi listrik di Indonesia. Hanya tinggal menunggu momentum yang tepat, teknologi Freeneg akan membuat mata publik internasional mengarah ke Indonesia karena berhasil mewujudkan listrik murah dan ramah lingkungan.

Namun siapa sangka, di balik lahirnya teknologi Freeneg, ada sosok anak muda yang terlibat. Dia adalah Anggi Janiar Pranata, VP Research and Development PT Terang Dunia Lestari. Saat ini, pria sederhana itu masih berusia 30 tahun.

Saat ditemui dalam demonstrasi produk Freeneg di Solo, Anggi mengatakan bahwa Freeneg sebenarnya telah lahir sejak 2014. Namun sampai kini upaya pengembangan terus dilakukan. Salah satunya adalah pengembangan teknologi mobil listrik yang memanfaatkan teknologi listrik arus DC.

“Teknologi freeneg sudah kami aplikasikan ke beberapa hal. Contohnya, kami sudah terapkan dalam bentuk concept mobil listrik. Kita sudah ada 5 mobil yang kita copot mesinnya, kita pasang dinamo di dalamnya dan pasangi baterai, dan bisa dijalankan,” ujar Anggi.

Meski terlibat dalam menciptakan produk yang revolusioner, Anggi mengaku bahwa ilmu yang dia miliki bukan diperoleh dari bangku kuliah, tetapi dari sang ayah yang memang memiliki latar belakang kepakaran di bidang elektronika.

“Saya kuliahnya cuma S1. Itu pun belajar listriknya cuma sepintas. Saya justru belajar mengenai listrik dari ayah saya,” Ujar pria kelahiran Surabaya, 30 Mei 1989 tersebut.

Bagi Anggi, teknologi Freeneg bisa menjadi solusi kebutuhan listrik di tanah air. Karena itu, dia berani menolak tawaran dari luar negeri yang meminta agar PT Terang Dunia Lestari yang dipimpinnya membangun pabrik di luar negeri.

“Kami maunya bikin pabrik, tetapi mereka maunya bikin di sana (luar negeri). Kami nggak mau, kemudian mereka minta kami bikin prototipe untuk nanti dibawa ke negara mereka untuk ditiru. Kami juga menolak,” tuturnya.

Bagi Anggi, Indonesia sebenarnya memiliki anak-anak muda yang inovatif dan terbukti telah menemukan banyak hal. Hanya saja, tak sedikit yang setelah kuliah di luar negeri, memilih untuk tinggal di sana dan tidak kembali ke tanah air.

Karena itu, Anggi berharap agar pemerintah bisa memberikan lebih banyak dukungan untuk inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh anak-anak bangsa.

“Sebenarnya kalau soal inovasi, Indonesia tidak kalah. Buktinya, banyak kampus di Indonesia yang bisa bikin mobil listrik. Cuma yang kita butuhkan sekarang adalah dukungan penuh dari pemerintah,” pungkas Alumni SMAN 22 Jakarta tersebut.