CHANNEL8.ID – Freeneg menjadi salah terobosan yang diciptakan oleh anak bangsa untuk mewujudkan listrik yang murah untuk semua orang. Meski demikian, hal ini sama sekali tak merugikan PLN sebagai satu-satunya perusahaan yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk memonopoli pengelolaan listrik di Indonesia.

Menurut Widodo Darto Wiyono, salah satu direktur PT Terang Dunia Lestari yang terlibat dalam pengembangan teknologi Freeneg, kehadiran teknologi arus listrik DC itu justru membuat PLN diuntungkan.

“Rasio elektrifikasi kita masih belum 100 persen. Di Indonesia masih ada wilayah-wilayah terpencil yang belum mendapat listrik karena biaya pembangunan infrastrukturnya terlalu mahal dan tak sebanding dengan jumlah konsumsi listrik di sana,” ujar Widodo saat ditemui di Solo beberapa waktu lalu.

“Dengan teknologi Freeneg ini, daerah-daerah yang belum teraliri listrik, bisa mendapatkan listrik meski tidak ada infrastruktur PLN di sana. Bisa memanfaatkan tenaga surya misalnya,” sambungnya.

Dia kembali menegaskan, Freeneg bisa menjadi mitra PLN untuk mendongkrak rasio elektrifikasi di Indonesia. Salah satu contohnya, sumber listrik dari PLN juga masih bisa dipakai untuk mengisi daya aki.

“Listrik PLN bisa dipakai untuk ngecas aki atau baterai. Nah, baterainya yang bisa dipakai 24 jam,” tegasnya.

Selain itu, dengan kehadiran Freeneg, beban APBN untuk subsidi listrik dapat ditekan.

“Bagaimanapun PLN sudah diamanahi UU sebagai pengelola utama listrik. Sementara kita tahu kalau keadaan keuangan PLN bukan karena nggak bisa bekerja, tetapi karena bebannya berat. Mereka harus subsidi 72 persen yang kira-kira sama dengan sekitar 53 triliun rupiah dari APBN dipakai untuk subsidi listrik,” pungkasnya.

Sebelumnya : Freeneg, Inovasi Anak Negeri Siap Bawa Indonesia Jadi Barometer Energi Murah dan Ramah Lingkungan