Pembicaraan mengenai asal usul kehidupan di bumi selalu menarik. Apalagi, sejauh yang kita tahu saat ini, hanya di planet inilah ada kehidupan. Salah satu pertanyaan yang muncul: Dari mana asal-usul air yang kini ada di bumi?

Seperti kita tahu, bumi menjadi planet yang bisa mendukung kehidupan karena tersedianya sumber-sumber kehidupan seperti udara dan air. Lalu, kita akan bertanya-tanya: Bagaimana asal mula air di bumi? Dari mana air di bumi berasal?

Namun sebelum menjawab pertanyaan itu, kita perlu mengetahui bahwa planet bumi tercipta dalam proses miliaran tahun yang sangat chaotic atau penuh kekacauan.

Salah satu teorinya menjelaskan, dimulai dari sekitar 13,8 miliar tahun lalu ketika ledakan besar (big bang) melahirkan semesta di galaksi bimasakti, bumi pun turut tercipta.

Hanya saja, bumi yang muncul saat itu sama sekali belum mendukung kehidupan. Alih-alih demikian, bumi masih berbentuk seperti bola api raksasa yang berputar cepat dengan ukuran sekitar 20 persen dari ukuran bumi saat ini.

Dalam proses yang sangat panjang itu, bumi juga dihujani oleh meteor secara terus menerus. Diduga, meteor-meteor itulah yang membawa partikel-partikel air ke bumi.

Bila saat ini jumlah air di bumi sedemikian besar, maka bayangkan berapa banyak meteor yang ‘menghajar bumi’ saat itu. Hal ini terungkap salah satunya berdasarkan riset terhadap sebuah meteorit basaltik langka yang dinamai angrite. Batuan ini mengungkapkan bahwa unsur dan molekul dengan titik didih yang rendah seperti air bisa terbawa ke planet bumi lewat meteorit.

Adam Sarafian, peneliti di Department of Earth, Atmospheric, and Planetary Science di Massacusetts of Technology (MIT) mengungkapkan bahwa timnya telah mencari sebanyak mungkin bagian meteorit untuk mencari tahu dari mana mereka berasal saat tata surya terbentuk. “Serta seberapa banyak air yang mereka miliki,” kata Adam Sarafian seperti dikutip dari kompas.com.

Peneliti mengungkapkan, metorit angrite terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu di bagian inti awal tata surya.

Selama proses itu, inti tata surya merupakan tempat yang panas dan kering. Sedangkan partikel air yang ada di dalam angrite, memiliki kandunga yang sama dengan air yang ditemukan di awal terciptanya bumi. Protoplanet atau embrio planet, serta asteroid memiliki permukaan yang masih berupa lelehan panas, sehingga elemen seperti karbon yang punya titik didih 4.800 derajat celsius dianggap mudah menguap.

Karena itu, tak jelas kapan unsur-unsur yang memiliki titik didih rendah seperti air bisa tersebar, terutama karena hidrogen yang dibutuhkan untuk membuat molekul air akan menguap terlebih dahulu sebelum sempat menyebar ke tempat lain.

“Ini menimbulkan asumsi sederhana bahwa air bumi sudah ada sebelum planet ini benar-benar terbentuk sepenuhnya,” jelas Sarafian. Dengan kata lain, ketika planet ini mulai mendingin, sudah ada air di permukaan Bumi.

Baca Juga :

Warna Laut Akan Berubah Akibat Pemanasan Global

Batu Purba Dari Bumi Ditemukan di Bulan. Bagaimana Bisa?