CHANNEL8.id – Gajah Oling KM 13, demikian nama mobil listrik ciptaan lalare (arek-arek) mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Gajah Oling menarik perhatian setelah ‎meraih juara pertama kategori efisiensi di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) Politeknik Negeri Bandung (Polban), Bandung 2018.

Apalagi melihat Poliwangi yang masih dibilang perguruan tinggi baru apabila dibandingkan perguruan tinggi lainnya, seperti ITS Surabaya, ITB Bandung, Polban, atau perguruan tinggi ternama lainnya.

Diberi nama Gajah Oling karena ini merupakan simbol khas Banyuwangi. Sementara untuk KM13 diambil dari nama jalan kilometer di Politeknik Negeri Banyuwangi.

Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik, Muhammad Risky Azizi, mengatakan, di kompetisi balapan yang digelar di Bandung, Gajah Oling berhasil melaju 10 lap dan menjuarai kategori efisiensi.

“Mobil ini memang dirancang khusus untuk lintasan balap dan berbeda dari mobil listrik yang lainnya,” kata Risky, Selasa (8/1).

Risky mengatakan butuh waktu sekitar 5 bulan untuk pembuatan mobil listrik ini. Terdapat 20 mahasiswa yang tergabung dalam tim Gada Poliwangi. Mereka yang membuat mobil listrik didampingi oleh dosen pembimbing.

“Gada diambil dari senjata yang dibawa oleh Minak Jinggo sebagai tokoh legendaris dari Banyuwangi,” kata Risky.

Gajah Oling memiliki baterai dengan daya tahan selama tiga jam, yang membutuhkan pengisian daya (charge) selama sekitar 5 hingga 6 jam. Mobil listrik ini mampu berjalan dengan kecepatan 50km/jam.

Menggunakan empat baterai accu yang masing-masing 12 VA, sehingga total 48 VA. Komponen motor masih menggunakan 50 persen motor pabrikan. Sementara untuk perakitan komponen kelistrikan diambil dari lokal.

“Mobil ini masih kami kembangkan. Kami berupaya agar bisa lebih cepat charge, dan lebih lama bisa digunakan,” katanya.

Dosen Pembimbing Pembuatan Mobil Listrik Poliwangi, Galang Sandi Prayogo mengatakan, mobil listrik ini dibuat untuk mengikuti lomba KMLI Polban, Bandung 2018.

“Kami tak menyangka bisa meraih juara satu kategori efisiensi,” katanya.

Selain itu menurut Galang, mobil listrik juga mendukung program pemerintah tentang pengembangan mobil listrik.

“Mobil listrik ini membuat mahasiswa mengekspresikan diri. Selanjutnya mobil listrik ini akan terus dikembangkan,” tambahnya.

Galang mengatakan, Gajah Oling KM13 masih perlu mendapat sentuhan agar lebih baik, seperti dari desain, body maupun rangkaian mesin.

Sumber : Surya.co.id

Editor: c8admin