CHANNEL.id – Gempa bumi yang terjadi di wilayah Malang Raya sepanjang tahun 2018 didominasi oleh gempa dangkal.

Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi dan biasanya menimbulkan kerusakan yang besar

Gempa itu diakibatkan oleh aktivitas pergerakan lempeng tektonik Indo Australia yang menyusup ke bawah lempeng tektonik Eurasia.

“Aktivitas itu kemudian mengakibatkan adanya kumpulan energi pada batuan dan kemudian dilepas. Pelepasan energi itu kemudian kita sebut gempabumi,” ujar Kepala Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Musripan, Rabu (2/1/2018).

BMKG Karangkates mencatat ada 633 gempa bumi mengguncang sepanjang 2018. Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun 2017 yakni 557 gempabumi. Paling besar, adalah gempabumi yang berpusat di Situbondo dengan kekuatan 6,7 SR.

“Sedikitnya 13 kali gempabumi yang dirasakan oleh masyarakat Malang,” katanya.

Musripan mengatakan, hingga saat ini gempabumi tektonik belum bisa diprediksi. Itulah yang menyebabkan BMKG baru bisa mengeluarkan keterangan resmi setelah gempabumi terjadi.

“Informasi tentang terjadinya gempa bumi biasanya juga akan diteruskan BMKG kepada BPBD setempat untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

(sumber : Tribun Jatim )