Setelah sukses dengan Massive Action pertama pada 2018 silam, ribuan awardee atau penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) RI kembali menggelar aksi serupa bertajuk Massive Action.

Berbeda dari gelaran Massive Action tahun lalu yang menyasar SMA dan sederajat, Massive Action 2019 kali ini menyasar para pelajar SD dan sederajat di 27 Provinsi.

Massive Action 2019  yang merupakan rangkaian dari acara Sarasehan LPDP, kali ini akan digelar serentak mulai 21 Februari 2019 hingga 25 Februari 2019.

Lewat ajang ini, para awardee LPDP melalui Mata Garuda akan membawa pesan-pesan kebaikan kepada para pelajar. Di antaranya adalah bahaya penggunaan plastik. Selain itu, mereka juga akan memotivasi para pelajar untuk mempraktikkan gaya hidup hemat dan sehat, serta melakukan pengenalan ragam profesi.

Agenda Massive Action 2.0 mengusung tema “Kami Kembali Untuk Mengabdi”. Total ada 27 ribu pelajar SD di 240 titik yan tersebar di 27 provinsi yang akan didatangi.

Dalam pelaksanaan di daerah, Massive Action 2019 akan digarap oleh awardee LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda Daerah di Provinsi Aceh, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

LPDP berkeinginan untuk melakukan sebuah gerakan pengabdian dengan memberikan edukasi kepada aset masa depan Indonesia sejak usia dini.

Menurut Christian Hutabarat, ketua pelaksana Massive Action 2019 di tingkat nasional, kegiatan ini diharapkan bukan menjadi seremonial semata, namun merupakan langkah awal dari pengabdian-pengabdian besar penerima beasiswa LPDP lainnya.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada awardee LPDP untuk melakukan aksi nyata dalam melakukan sebuah kontribusi kebermanfaatan kepada masyarakat secara masif dan serentak pada skala nasional,” katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi.

“Upaya itu juga sebagai bentuk menanamkan pemikiran kepada awardee tentang pentingnya untuk selalu berbagi dan turut aktif memberikan edukasi kepada generasi selanjutnya semenjak usia dini,” sambungnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban, menyampaikan bahwa LPDP akan terus melakukan perluasan akses dan pemerataan penerima beasiswa ke seluruh daerah untuk mempersiapkan pemuda Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Sejak awal diluncurkan pada 2013, saat ini tercatat ada 20.255 awardee LPDP untuk program magister, doktoral, dokter spesialis, dan tesis baik dalam maupun luar negeri. Kurang lebih delapan puluh persen beasiswa akan dialokasikan untuk program afirmasi bagi masyarakat di daerah 3T, PNS/TNI/Polri, Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia, dan Beasiswa Santri,” urainya.

Selain Massive Action, terdapat beberapa rangkaian acara dalam Sarasehan LPDP 2019. Pertengahan Maret mendatang, seluruh penerima beasiswa LPDP akan diundang untuk hadir dalam Gala Awardee.

Sarasehan LPDP juga akan memfasilitasi para penerima beasiswa untuk mengembangkan karir dan berjejaring dengan sesama awardee dalam acara bertajuk Pojok LPDP. Mereka akan digabungkan dalam tiga peminatan karir, diantaranya akademisi, entrepreneur, dan profesional.

Sarasehan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh insan LPDP terutama awardee dan alumni untuk membangun kolaborasi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara luas.

Erbi Setiawan, Ketua Pelaksana Sarasehan LPDP 2019 menyebutkan bahwa awardee LPDP adalah laboratorium intelektual bangsa Indonesia yang harus dimanfaatkan untuk membangun bangsa Indonesia.

“Lebih dalam lagi, perlu disadari bahwa awardee LPDP hadir di tengah masyarakat tidak hanya menjadi generasi penerus bangsa, tapi juga melengkapinya sebagai generasi pelurus bangsa,” ujarnya.

Baca juga : 14 Tahun Jelajahi Mars, Robot ‘Oppy’ milik NASA Akhirnya Tutup Usia 14 Februari 2019

Baca juga : Pemkot Surabaya Integrasikan Layanan Seluruh Perpustakaan Lewat Sistem DILS