Saat ini banyak bermunculan usaha baru yang dimotori oleh anak-anak muda. Tak mau kalah dengan anak-anak muda tersebut, sekumpulan orang yang di atas kertas sudah tak lagi muda, berkumpul di Surabaya dan mendirikan Koperasi Usaha Empu 8.

SURABAYA, CHANNEL8.id – Suasana di salah satu ruang pertemuan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu, 19 Januari 2019 silam terasa penuh dengan semangat. Hari itu, saat di luar hotel sedang hujan, sekitar 20-an orang sedang merancang sebuah koperasi yang belakangan mereka namai Koperasi Usaha Empu 8.

Hari itu pun tercatat sebagai hari lahirnya Koperasi Usaha Empu 8. Koperasi Usaha Empu 8 adalah koperasi yang dimotori oleh para alumni Kelas D SMPN 8 Surabaya angkatan tahun 1982.

Bagi sebagian anggotanya, berkecimpung dalam koperasi semacam ini adalah hal yang baru. Karena itu, sesudah pertemuan yang membicarakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi, mereka sibuk berbagi tips sukses dalam mengelola usaha serta memasarkan barang dan produk.

Marsiyanto, Pembina Koperasi Usaha Empu 8 mengatakan, tidak semua anggota koperasi ini memiliki latar belakang pengusaha. Jadi, maklum apabila pertanyaan tentang bagaimana cara mengelola usaha dan memasarkan barang pun muncul. “Tapi itu menunjukkan bahwa mereka punya semangat untuk maju,” kata Marsiyanto, Jumat (8/2/2019).

Pejabat Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya memberi penjelasan tentang perkoperasian dan usaha

Bagoes Nusanto Putro, Ketua Koperasi Usaha Empu 8, menambahkan, Koperasi Usaha Empu 8 dibentuk tak lama setelah acara reuni kelas D SMPN 8 di SAS Café Surabaya, 9 Desember 2018 lalu.

PNS di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Surabaya ini menyebutkan, anggota Koperasi Empu 8 bisa dibilang sudah tidak lagi muda. Namun bagi mereka, usia tidak menjadi alasan untuk takut mencoba sesuatu yang baru melalui koperasi.

Selain tak lagi muda, anggota Koperasi Empu 8 ini juga berasal dari berbagai latar belakang. Karena itu, Bagoes menegaskan, tujuan dibentuknya koperasi ini tentu bukan semata untuk mempererat tali silaturrahim saja.

“Intinya, koperasi ini dibentuk bukan cuma sebagai ruang untuk silaturrahim, tetapi juga sebagai wadah untuk kami saling support dan saling menyejahterakan,” sambungnya.

Jejaring

Bagoes optimistis tujuan mereka untuk bersama-sama saling menyejahterakan ini dapat tercapai. Pasalnya, bahkan sebelum Koperasi Empu 8 terbentuk, jejaring pertemanan mereka telah bisa membuat salah satu anggotanya yang pedagang bakso, bisa menjual baksonya hingga ke luar negeri.

“Jadi, ada salah satu anggota kami, teman satu angkatan SMP juga, yang sehari-hari jual bakso. Karena adanya jejaring ini, dia dapat tawaran untuk membuat ribuan pentol bakso dan dikirim ke Jakarta dan luar negeri. Dia sampai kewalahan memenuhi pesanannya,” ujar Bagoes.

“Ya, kaget juga ketika menerima pesanan ribuan pentol bakso yang harus secepatnya dikirim ke Jakarta. Padahal pembuatan bakso ini hanya pakai tangan, tanpa mesin. Rasanya tangan ini sampai keriting mebuat pentol bakso sampai segitu banyak,” kata Haris Poerwadi, alumni yang ikut dalam rapat tersebut, tersenyum.

Pentol bakso produksi Haris Poerwadi yang sudah dikirm hingga ke Jakarta bahkan ke luar negeri. Meski bakso buatannya sudah dikirim ke luar negeri, Haris tetap setia melayani para pelanggannya dengan jualan bakso berkeliling dengan gerobak dan motornya.

Istimewanya, bakso buatan Haris ini dibuat secara higienis dan tanpa bahan pengawet, dan bila disimpan dalam freezer bisa bertahan 8 bulan hingga setahun tanpa mengurangi rasa dan higienitasnya.

Ada pula alumni yang memiliki usaha telur asin, yang pembuatannya juga higienis dan bisa bertahan hingga satu bulan tanpa mengurangi rasa dan higienitasnya.

“Memang, kalau telur bakar bisa tahan hingga satu bulan, kalau telur kukus bisa bertahan selama dua minggu,” kata Adam Malik Supagi, alumni yang buka usaha telur asin di Jl. Duku Setro V No 25, Surabaya.

(kiri) Proses pembuatan telur bakar usaha Adam Malik. (kanan) Adam Malik di tengah kesibukannya mengemas produk telur asinnya yang siap kirim ke sejumlah pelanggannya di Surabaya dan sekitarnya.

Malik yang sudah 15 tahun menggeluti usaha ini tentu merasa senang dengan berdirinya Koperasi Empu 8. Karena, dengan begitu, usahanya bisa semakin berkembang.

“Kan nanti pemasarannya bisa menjangkau wilayah lebih luas. Apalagi koperasi ini memilki cabang di kota-kota besar,” kata Adam Malik yang dalam kepengurusan koperasi ini menjadi Wakil Ketua.

“Dengan memaksimalkan jaringan kita, apalagi Koperasi Empu 8 juga punya cabang-cabang di kota-kota besar di Indonesia, bahkan ada beberapa cabang di luar negeri, saya optimistis usaha anggota koperasi akan bisa semakin berkembang, Ujung-ujungnya kan menyejahterakan anggota koperasi,” kata Bagoes Nusanto Putro.

“Tetapi intinya, ini membuktikan bahwa jejaring merupakan modal penting untuk kami agar bisa sama-sama maju,” sambung Marsiyanto selaku Pembina.

Farhan Effendy, anggota sekaligus pengurus Koperasi Usaha Empu 8 mengatakan, jejaring Koperasi Empu 8 tidak terbatas hanya di Surabaya atau Jawa Timur. Bahkan koperasi ini sudah memiliki networking dengan anggota-anggota mereka di luar negeri untuk memperluas usaha mereka.

“Salah satu unit usaha yang dikelola Koperasi Empu 8 ini adalah usaha perdagangan. Dengan memanfaatkan jejaring pertemanan kami yang ada di dalam negeri dan luar negeri, kami berencana memasarkan produk-produk yang kami miliki sampai ke luar negeri. Barangnya tentu termasuk barang yang diproduksi oleh anggota kami,” ujar Farhan yang di Koperasi Empu 8 diberi kepercayaan menjadi Humas Bidang Luar Negeri.

Digital Era

Farhan tidak menampik, saat ini bisnis yang sukses selalu ditopang, salah satunya oleh kemampuan memanfaatkan peluang-peluang di era digital.

Karena itu, Koperasi Empu 8 juga akan beradaptasi dengan dinamika dan belajar bagaimana memanfaatkan peluang-peluang perubahan di era digital itu.

Mungkin tidak mudah bagi kami yang sudah tidak lagi muda ini untuk beradaptasi dengan teknologi yang cepat berubah. Tetapi pastinya tidak ada namanya terlambat untuk belajar. Lagipula, kami juga punya tim yang khusus mengelola peluang-peluang digital tersebut,” pungkas Farhan.