Nissan Motor Indonesia (NMI) berencana mengusung mobil listrik Nissan Leaf ke Indonesia tahun depan. Dikutip dari Kompas.com, rencana NMI untuk membawa mobil listrik Nissan Leaf tersebut adalah untuk mendorong era mobil listrik di Asia Tenggara.

Presiden Direktur NMI, Isao Sekiguchi mengatakan, NMI sadar ada tantangan besar yang akan dihadapi dengan mendatangkan mobil listrik Nissan Leaf, salah satunya infrastruktur.

“Tapi kami tidak bisa menunggu sampai infrastruktur jadi. Kami yakin kedatangan produk Leaf ini nantinya dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik karen aini jadi rencana kami untuk pasar asia Tenggara. Selain Indonesia, akan ada Filipina juga. Kami harus ke sana (era kendaran listrik, kami yakin akan ada pasarnya,” ujar Isao Sekiguchi.

Sekiguchi meyakinkan, mobil listrik Nissan Leaf tidak akan bermasalah dengan minimnya infrastruktur yang belum hadir.

Terlebih jarak tempuh Leaf menurut perhitungan Nissan tidak akan membutuhkan banyak pengisian daya.

“Kalau dilihat jarak tempuh kendaraan listrik kami itu sekali isi daya sampai penuh bisa sejauh 270 kilometer. Kalau pemakaian di Jakarta, mungkin cukup untuk satu minggu. Jadi orang yang beli kendaraan listrik pasti sudah memperhitungkan,” ucap Sekiguchi.

Namun Sekiguchi tidak menutup mata bahwa ada tantangan terutama dari stasiun pengisian daya. Bagi konsumen rumahan, penggunaan listrik di rumah tidak akan masalah, berbeda dengan orang yang tinggal di apartemen.

“Itu yang kami lihat sebagai tantangan. Memang banyak yang harus disiapkan. Tapi kami tetap yakin mendatangkan Leaf tahun depan,” ucap Sekiguchi.

Penjualan Samsung Galaxy S10 Diklaim Sukses

Terobosan Baru Budidaya Udang Vaname Dengan Teknologi Freeneg, Masa Panen 2 Kali Lebih Cepat

 

Sumber : Kompas.com