Pemkot Surabaya membuat terobosan baru untuk mendongkrak minat baca masyarakat.

Kali ini, melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya, Pemkot meluncurkan sistem baru yang dinamai Digital Integrated Library Sistem atau DILS.

Dengan sistem ini, Pemkot dapat memonitor dan mempermudah pelayanan perpusatakaan dan taman baca masyarakat (TBM) di Surabaya.

Menurut Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, saat ini Pemkot Surabaya mengelola 461 TBM yang tersebar di berbagai kelurahan. Selain itu, Pemkot juga telah memiliki dua perpustakaan daerah, masing-masing di Balai Pemuda dan di Rungkut.

Tak hanya itu, Pemkot juga telah melakukan pendampingan terhadap 811 perpustakaan di SD, SMP, dan Madrasah.

Tentang DILS, Musdiq mengatakan bahwa sistem ini memiliki 2 fungsi utama. Oleh masyarakat, sistem ini bisa dimanfaatkan untuk melihat katalog buku yang tersedia di perpustakaan-perpustakaan di kota Surabaya, serta untuk memonitor TBM di seluruh Surabaya.

“Sistem ini masih baru dan kami bagi jadi 2 konten, yaitu internal melalui e-TBM dan eksternal melalui Library One Search (LOS),” kata Musdiq seperti dikutip dari republika.co.id.

“e-TBM ini bisa digunakan untuk pengawasan terhadap kinerja petugas di lapangan, pendataan aktivitas di setiap perpustakaan, pemetaan koleksi buku di seluruh titik layanan perpustakaan, pendataan pengunjung perpustakaan, pendataan buku termanfaatkan yang meliputi buku dibaca dan buku dipinjam,” sambungnya.

Dia melanjutkan, empat perguruan tinggi di Surabaya juga telah digandeng untuk mengembangkan referensi buku yang dibutuhkan masyarakat. Empat perguruan tinggi itu ialah ITS, Petra, Unair, dan Unesa. .

“Jadi, melalui sistem ini kita sudah terhubung dengan perpustakaan di kampus ITS, Petra, Unair dan Unesa, karena kan selama ini biasanya kita kesulitan mengetahui buku-buku referensi mereka dan biasanya hanya dikhususkan untuk mahasiswanya masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, sampai saat ini Dinas Arsip dan Perpustakaan kota Surabaya memiliki koleksi lebih dari 1 juta buku bacaan dari berbagai jenis yang tersebar di perpustakaan umum, perpustakaan daerah, dan TBM. Namun, bacaan yang paling favorit adalah buku anak-anak karena yang paling banyak berkunjung adalah anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga SMA.