CHANNEL8.id – Penjualan produk susu alternatif dari bahan kedelai, almond, kelapa atau oat mengalami peningkatan di Inggris. Kecenderungan mengonsumsi minuman berbahan nabati itu pun secara tidak langsung berperan mengurangi gas emisi rumah kaca di dunia.

Menurut hasil penelitian Universitas Oxford, emisi gas rumah kaca susu nabati lebih rendah dibanding susu dairy atau yang bersumber dari hewani. Peneliti mengatakan gas emisi rumah kaca susu hewani tiga kali lebih banyak dibanding susu nabati.

Segelas susu hewani yang dikonsumsi setiap hari selama setahun sama membutuhkan lahan seluas 650 meter persegi, setara dengan dua lapangan tenis. Angka tersebut 10 kali lipat lebih luas dibanding lahan yang dibutuhkan untuk memproduksi segelas susu oat.

Sebaliknya, produksi susu nabati juga menghabiskan air cukup banyak. Segelas susu almond dan beras masing-masing membutuhkan air yaitu sekitar 74 dan 54 liter, lebih banyak dibanding produksi segelas susu kedelai dan oat. Bahkan, mandi biasa saja tidak sampai menghabiskan air sebegitu banyak. Toh, perhitungan itu masih tergolong rendah dibanding susu hewani.

Selama ini, produksi makanan menyumbang seperempat emisi gas rumah kaca terhadap pemanasan global. Orang cenderung meremehkan hal tersebut.

“Gas emisi rumah kaca dari susu sekitar 30 kali lebih tinggi dibanding perkiraan orang,” ujar Dr Adrian Camilleri, peneliti dan psikolog dari Universitas Technology Sydney.

Meski demikian, dengan trend beralihnya orang mengonsumsi susu hewani ke susu nabati berperan mengurangi emisi gas rumah kaca di Inggris. Penjualan susu hewani dan pencarian informasi terkait susu kedelai dan almond meningkat.

Begitu pula dengan jumlah vegetarian di Inggris. Pada 2006 tercatat ada 150.000 vegetarian dan bertambah menjadi 540.000 orang pada 2016. Jika trend ini berlangsung terus maka emisi gas rumah kaca di Inggris juga akan semakin berkurang. (bbc)