Beberapa daerah di Jawa Timur sedang mendapatkan curah hujan yang sangat tinggi. Bahkan di beberapa daerah, curah hujan yang tinggi ini menyebabkan banjir yang cukup parah.

Mengenai curah hujan ini, BMKG Juanda memperingatkan kemungkinan terjadinya fenomena MJO (Madden Julian Osciliation) yang memang mempengaruhi intensitas curah hujan tinggi.

Menurut Prakirawan BMKG Juanda, Shanas Prayuda, Madden Julian Osciliation adalah fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat atau Samudera Hindia ke arah timur.

“Sehingga dapat meningkatkan potensi hujan di daerah yang dilewatinya. Fenomena ini diprediksi bertahan satu minggu ke depan yaitu mulai tanggal 2 Maret hingga 8 Maret. Namun tak menutup kemungkinan bisa lebih dari prediksi tersebut,” katanya seperti dikutip dari surabaya.tribunnews.com

Dia menjelaskan, MJO tersebut menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Yang berdampak pada kenaikan curah hujan tinggi di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

“Selain MJO, juga terdeteksi adanya sirkulasi siklonik Samudera Hindia bagian Barat Sumatera. Yang membentuk adanya daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa,” tambahnya.

Shanas menghimbau agar masyarakat untuk tetap berhati hati dan waspada. Mengingat awal Maret ini masih masuk musim penghujan.

“Karena dampak dari potensi curah hujan tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Dan kondisi ini dapat meningkat hingga pertengahan Maret 2019,” pungkasnya.